Akibat Pelajaran Ini, Banyak Siswa SD Menangis

Ada-ada saja cara guru mengajar siswanya, sehingga mengundang protes.

Orangtua siswa SD Camdean di Rosyth, Fife, Skotlandia, memprotes cara mengajar di sekolah tersebut.

Betapa tidak, semua siswa diminta menggambar seseorang tercinta yang sudah meninggal dalam pelajaran tentang dukacita.

Tentu saja, para siswa tersebut menangis.

Selain itu, para siswa juga ditunjukkan sebuah video anak-anak bercerita tentang kematian di keluarga mereka.

Adrian (43), ayah dari Ryan (10), mengatakan, metode mengajar tersebut bisa meninggalkan kesan menakutkan bagi anak-anak.

“Anak saya pulang dan bercerita bahwa banyak anak menangis di kelas setelah ditunjukkan video yang benar-benar sensitif,” kata Adrian.

“Mereka diminta menggambar seseorang tercinta yang sudahmeninggal.”

Ketika ia komplain dan bertemu dengan para guru, kata Adrian, mereka menyebutkan hal itu merupakan bagian dari Kurikulum untuk Keunggulan.

“Menurut saya, memang penting bagi anak untuk belajar tentang dukacita, tetapi caranya bukan demikian,” kata Adrian.

Atas cara mengajar yang aneh tersebut, Adrian dan orangtua siswa lainnya mengajukan protes ke Dewan Fife.

Namun, otoritas lokal membela pelajaran tentang dukacita itu sebagai bagian dari Kurikulum untuk Keunggulan.

Anak diajarkan kemampuan emosional, selain mata pelajaran tradisional lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *