Anak Sekolah di Sleman Bakal Dilarang Bawa HP

1

Keberadaan telepon genggam atau handphone (HP) di kalangan pelajar dinilai menjadi salah satu pemicu kenakalan remaja seperti tawuran.

Atas kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan mempertimbangkan larangan penggunaan HP bagi pelajar di lingkungan sekolah.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan keberadaan HP di kalangan pelajar dapat membawa negatif baik secara moral hingga mengarah ke tindakan kriminal. Hal tersebut terbukti adanya munculnya ajakan tawuran yang muncul melalui pesan singkat.

“Belum lagi dengan fasilitas yang ada di HP siswa bisa mengakses dunia maya dan kemudian disalahgunakan untuk mengakses situs-situs negatif. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi siswa,” ungkapnya saat ditemui usai menyerahkan bantuan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos), Jumat (9/1/2015).

Menurutnya, selain dampak tersebut, keberadaan HP di kalangan pelajar dan dipergunakan di lingkungan sekolah dikhawatirkan akan menganggu konsentrasi belajar.

“Penggunaan HP membuat perhatian siswa terpecah. Misalnya saat diterangkan guru ada SMS masuk, siswa pasti akan meresponnya. Sehingga tidak fokus dengan pelajaran,” paparnya.

Sebagai tindaklanjut dari larangan tersebut, kata Bupati, akan ada regulasi yang mengatur hal ini. Untuk kepentingan itu, pemkab akan melakukan kajian termasuk meminta masukan dari guru dan kepala sekolah.

“Agar tetap konsentrasi, maka saat pelajaran di dalam kelas sebaiknya tidak membawa HP. Sebab dipastikan dengan membawa HP, bukan hanya akan menganggu konsentrasi namun juga daya serap siswa,” kata Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)Sleman, Arif Haryono mengatakan terkait hal ini, pihaknya akan segera melakukan pembahasan bersama kepala sekolah.

Sehingga dapat dikorelasikan dengan pihak sekolah terkait penerapan larangan membawa HP tersebut.

“Sekolah tetap harus melakukan pengawasan kepada anak didiknya saat di sekolah. Termasuk harus melakukan sidak berapa kali dalam satu bulan, terutama konten HP dan fasilitas apa yang harus disediakan bila ada larangan ini,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *