Cegah Tawuran, Menteri Usul Tambah Pelajaran Agama

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, persoalan tawuran pelajar yang terus memakan korban tewas dalam beberapa hari terakhir seolah menjadi pekerjaan rumah yang tak pernah selesai.

“Dari sudut pandang kami, tawuran yang makin marak itu memang karena kurangnya waktu dalam pemberian mata pelajaran agama di sekolah,” kata Suryadharma usai membuka Festival Nasional Seni Keagamaan Hindu di Pura Pakualaman, Yogyakarta, Rabu malam, 26 September 2012.

Suryadharma mencatat, di kurikulum pendidikan dari tingkat SD sampai SMA, pelajaran agama dalam satu minggu hanya 2×45 menit. Dengan kondisi itu, ia menilai, siswa kesulitan memahami nilai inti dari pelajaran agama. “Kami akan menjalin sinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Dalam Negeri, untuk bisa memanfaatkan waktu luang menambah pelajaran agama itu,” kata dia.

Memanfaatkan waktu luang dengan menambah pelajaran agama, misalnya, bisa dilakukan dengan memberi waktu ekstrakurikuler atau memanfaatkan liburan panjang sekolah. “Kami khawatir kalau ini terus dibiarkan maka akan merembet lebih jauh ke lembaga pendidikan yang lain, seperti lembaga pendidikan keagamaan,” kata dia.

Suryadharma akan meminta Kementerian Pendidikan segera bergerak memperhatikan kondisi di daerah terkait tawuran yang terjadi, agar tidak menular. “Ini akan menjadi citra buruk pendidikan nasional bila sampai meluas,” kata dia.

Ali mengaku prihatin dengan kejadian tewasnya dua pelajar hanya dalam selang waktu satu hari. Pada 24 Sepetember, pelajar SMAN 6, Bulungan, Jakarta Selatan, Alawy Y. Putra, tewas saat terjadi bentrok dengan siswa SMAN 70. Selang sehari, 26 September, seorang siswa SMA Yayasan Karya 66 Kampung Melayu, Deny Yanuar, tewas saat terjadi bentrok dengan pelajar SMK Kartika Zeni Jakarta Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *