Demi Mengenyam Pendidikan, Andi Irawan Jalan Kaki 5 Km Ke Sekolahnya

1

Semangat Belajar Andi Irawan salah seorang siswa kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah Taufiqurrahman, Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, memang patut diacungi jempol. Anak dari pasangan Emon (60) dan Inem (55) warga Jenangger, ini setiap hari berjalan kaki ke sekolahnya yang jarak tempuhnya sekitar 5 kilometer dari rumahnya.

“Ya setiap hari saya jalan kaki mas, karena saat ini bapak yang sedang sakit stroke tidak mampu membelikan sepeda. Namun demikian saya mempunyai cita-cita untuk menjadi orang yang berilmu, agar bisa menyenangkan orang tua,” kata Andi Irawan kepada matasumenep.com, Senin (21/9/2015) saat akan berangkat sekolah.

Lanjut anak kedua dari pasangan Emon dan Inem ini, sebenarnya keinginan untuk mempunyai sepeda angin atau ontel ke sekolahnya ada di benaknya. Namun mau bagaimana lagi keterbatasan perekonomian orang tuanya itu membuat dia menjadi lebih tangguh dan semangat untuk belajar di sekolahnya.

Apalagi ditambah dengan kondisi kesehatan bapaknya yang kini terserang stroke, sedangkan ibunya hanya bekerja sebagai petani yang hanya cukup untuk kebutuhan hidupnya sehari-sehari. Sehingga tidak mungkin dirinya meminta dibelikan sepeda angin atau ontel.

“Keinginan sih ada mas untuk naik sepeda ke sekolah sama seperti teman-teman yang orang tuanya dari kalangan cukup mampu, tapi saat melihat bapak yang hanya terbaring di tempat tidur akibat terserang stroke dan ibu yang hanya bekerja sebagai petani membuat saya harus lebih kuat dalam menjalani hidup. Akan tetapi kondisi keluarga saya yang seperti ini, tidak menyurutkan semangat belajar,” ucapnya.

Semangat dan perjuangan Andi Irawan ini bisa menjadi contoh bagi kita semua, karena dengan semangat yang tinggi untuk mencari ilmu dia (Andi) rela menempuh jarak 5 kilometer setiap hari dengan berjalan kaki. Selain itu pula anak yang masih duduk di kelas 4 MI ini juga tidak malu dengan kehidupan keluarganya yang masih dalam kekurangan di bidang ekonominya.

 

“Hidup itu sebenarnya disyukuri dan dinikmati, maka semuanya akan menjadi terasa mudah, jadi saya tidak harus malu dengan kondisi ekonomi keluarga yang masih dalam taraf kemiskinan, melainkan saya harus bersyukur masih bisa sekolah,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap selalu diberi kesehatan dan bisa terus belajar di sekolahnya, karena dengan belajar yang rajin dan terus bertawakkal kepada Allah SWT, maka semuanya akan terasa mudah.

“Setiap hari saya mendoakan agar bapak cepat sembuh, selain itu pula saya juga berdoa agar selalu diberi kemudahan dalam belajar sehingga menjadi orang yang berilmu dan berahlak mulia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *