Gara-gara Asap, Sekolah di Pekanbaru Diliburkan

1

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, menginstruksikan seluruh kepala sekolah di wilayah yang mengalami kabut asap agar meliburkan muridnya.

“Kebijakan ini parsial, sudah saya sampaikan kepada seluruh kepala sekolah di Pekanbaru untuk menilai perkembangan kualitas udara tiap harinya lalu mengambil keputusan,” kata Kadisdik Pekanbaru, Zulpadil, di Pekanbaru, Selasa.

Menurut Zulpadil, pihaknya baru hari ini mulai meliburkan beberapa sekolah di wilayahnya karena kualias kondisi udara semakin memburuk.

Siswa yang sempat ada yang datang ke sekolah juga dipulangkan akibat kabut asap semakin tebal, katanya.

“Jadi kebijakan lanjutan itu berada di tangan para kepala sekolah dengan menyesuaikan kondisi udara di lokasi sekolah masing-masing,” tuturnya.

Sejumlah sekolah yang sudah mulai libur dan siswa dipulangkan lebih awal pada hari Selasa antara lain berada di Kecamatan Tampan, Payung Sekaki, Sukajadi dan Rumbai.

“Yang diliburkan khususnya PAUD, TK dan SD hingga kelas III,” ujarnya.
Yanti, salah seorang wali murid TK AL Iklas, Jalan Teratai, mengakui anaknya dipulangkan untuk diliburkan selama dua hari kedepan.

“Katanya karena kabut asap anak saya libur dua hari,” ujar Yanti.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, membenarkan kebijakan meliburkan sekolah tersebut dikarenakan kualitas udara Pekanbaru semakin tidak sehat khususnya di daerah pinggiran.

Firdaus juga menghimbau agar para orang tua menjaga aktifitas anak mereka tidak di luar ruangan. “Anak-anak dan lansia dilarang keluar rumah kalau tidak perlu benar,”ujarnya.

Selain itu Firdaus juga menghimbau agar masyarakat tidak membakar sampah, apalagi lahan dan perokok agar tidak membuang puntung sembarangan karena suhu panas sangat mudah pemicu kebakaran.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Senin (31/8) mencatat setidaknya di Riau terdapat 164 titik panas, sementara di Sumatera 759 titik panas.

“Dari seluruh hotspot yang terpantau, Provinsi Jambi menjadi penyumbang asap terbesar dengan hotspot 250 titik, diikuti Sumsel 247 titik, Babel 82 titik, Sumbar 6 titik dan Bengkulu 1 titik,” Sambungnya

Kepala BMGK kota Pekanbaru menyebutkan di Riau terpantau 164 titik api dengan rincian Bengkalis 6 titik, Kampar 5 titik, Dumai 3 titik, Kuansing 1 titik, Pelalawan 29 titik, Rohil 2 titik, Siak 10 titik, Inhil 77 titik dan Inhu 31 titik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *