Ini 4 Alasan Anak Usia SMA di Madiun Tak Sekolah, Salah Satunya Hamil!

1

Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Madiun mencatat empat alasan utama anak usia SMA atau sederajat di Kota Gadis tidak menempuh pendidikan di sekolah formal.

Kabid Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Madiun, Joko Purwito, mengatakan paling banyak anak seusia SMA atau sederajat di Madiun putus sekolah karena dikeluarkan atau drop out(DO). Menurut dia, siswa dikeluarkan dari sekolah karena cenderung berbuat kenakalan. Selain itu, lanjut Joko, anak-anak terpaksa keluar dari sekolah lantaran berkebutuhan khusus.

“Anak-anak keluar dari sekolah paling banyak karena DO. Kedua, berkaitan dengan masalah ekonomi, yakni tuntutan dari keluarga untuk bekerja. Ketiga, siswa berhenti sekolah karena hamil di luar nikah. Keempat, anak-anak tidak sekolah karena keluarganya tidak harmonis.

Ditanya jumlah siswa yang dikeluarkan dari sekolah pada tahun ini, Joko tidak bisa menjawab secara detail. Hanya, dia memprediksi jumlah siswa SMA atau sederajat yang dikeluarkan sekolah kurang 10% dibanding total siswa SMA atau sederajat di seluruh wikayah Kota Gadis. Joko menganjurkan seluruh siswa putus sekolah untuk mendaftar program Kejar Paket yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun.

“Kalau di rata-rata bisa jadi hitungannya adalah setiap sekolah setingkat SMA di Madiun pernah mengeluarkan 1 siswa sampai 2 siswa. Paling banyak mengeluarkan siswa tentu sekola swasta. Siswa putus sekolah bukan karena terjepit masaah ekonomi, melainkan berbuat nakal dan bermasalah dengan pihak-pihak tertentu, termasuk keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *