Kejam, Kepala Siswa Kelas 2 SD Ditendang, Korban Tewas

1

Aksi bullying atau kekerasan di sekolah kini terjadi lagi. Kini A (8) siswa kelas 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Pagi, Jalan Bendi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tewas setelah dianiaya oleh rekan satu sekolahnya yang berinisial R (8).

Karena mengalami luka memar di kepala, akhirnya korban menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2015) malam.

Paman korban, Dori (38) menuturkan bahwa kronologi kejadian penganiayaan terjadi di dalam sekolah. Saat itu korban dan rekan-rekan satu kelasnya sedang mengikuti lomba menggambar.

Namun, entah apa yang menyebabkan pelaku tega menendang kepala korban hingga terjatuh.

“Jadi, lagi proses belajar mengajar di sekolahan. Terus korban ditendang oleh pelaku. Kami tidak tahu becanda atau apa,” kata Dori, saat dihubungi wartawan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2015).

Setelah ditendang korban pun terjatuh. Menurutnya, guru-guru langsung melihat kondisi korban.

Karena luka di kepala maka korban dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati untuk diberikan pengobatan intensif.

“Setelah kepala korban k epala ditendang terdapat memar di kepala. Berdarah-darah juga kepalanya tadi,” tuturnya.

Seusai ditendang oleh pelaku, kata dia, korban juga dipukul dibagian dada. Korban sempat pingsan sekitar pukul 10.00 WIB dan dibawa ke Puskesmas terdekat. ‎

Namun, anak bangku kelas 2 SD itu meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia jam 18.00 WIB tadi. Dikabarkan dan kedua orangtuanya serta Kepala Sekolahnya langsung menuju ke RS Fatmawati,” ucapnya.

Semen‎tara itu, ditemui secara terpisah Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nunu Suparmi membenarkan tewas bocah malang itu.

Saat ini, kata dia, Satreskrim sedang mau mengecek lokasi kejadian tempat penganiayaan.

“Iya benar, berdasarkan informasi Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama korban anak SD meninggal dunia,” tuturnya.

Dia mengatakan bahwa pihaknya siap membantu Polsek Kebayoran Lama untuk proses‎ hukum tersebut.

“Kami akan bantu Polsek Kebayoran Lama untuk mengungkap kasus itu,” tuturnya.

Menelusuri Kebenaran

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Nasrudin mengaku akan mengecek kebenaran itu.

Sehingga, pihaknya akan memproses pelaku kalau memang itu benar terjadi.

“‎Suku Dinas Pendidikan saat ini sedang menusuri kebenaran itu,” kata Nasrudin.

Menurutnya, setiap kenakalan remaja, pihak sekolah memiliki aturan untuk memberikan hukuman kepada yang diduga pelaku.

Oleh sebab itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Kalau korban meninggal dunia, bisa dikeluarkan siswanya. Artinya, dilihat kesalahannya dulu. Yang pasti sekolah akan memberikan ‎sanksi,” tuturnya.

Mau Menanyakan Murid-murid

Sedangkan, Kepala Sekolah SD 07, Kebayoran Lama Utara, Heni Suci mengatakan, lagi lomba gambar dan mau klarifikasi dan dia juga mau tanyakan.

Namanya anak-anak mungkin kedorong dan jatuh.

“Lomba menggambarnya, sekitar jam 09.00. Pada waktu itu, mungkin bercanda dan kita mau cek dan mau tahu keadaannya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *