Kekurangan Kelas, Sekolah di Jambi Gunakan 3 Shift Waktu Belajar

Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah (Menbud Dikdasmen) Anies Baswedan menyatakan, rata-rata hasil kompetensi guru di Indonesia masih 44,5. Kondisi sama juga terjadi di Provinsi Jambi.

“Itu masih rendah, seharusnya hasil kompetensi guru kita rata-rata 7,5,” ujar Anies saat berkunjung ke Jambi guna menghadiri Rapat Koordinasi Perencanaan Pendidikan se-Provinsi Jambi Tahun 2015, Kamis (26/3/2015).

Menurut dia, kompetensi guru di Indonesia harus secepatnya ditingkatkan. Mengingat, kompetensi siswa atau anak dilihat juga dari kompetensi guru.

“Salah satunya adalah meningkatkan metode mengajar, mulai dari guru hingga kepala sekolah,” kata Anies.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Program, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi, Nurhamid Hadi mengungkapkan, Kota Jambi masih kekurangan ruang kelas baru (RKB).

Dia menyebutkan, jumlah siswa di Jambi terbilang sangat banyak pada tiap sekolah. Karena kekurangan kelas itu, sejumlah sekolah di Kota Jambi menyiasatinya dengan menggunakan sistem belajar double shift.

“Bahkan ada dalam sehari sampai tiga shift,” ungkap Nurhamid di depan Anies.

Selain itu, kata dia, masih banyak sekolah di Kota Jambi sudah tidak layak lagi. Dimana umurnya sudah mencapai lebih dari 30 tahun.

“Dari data yang kami pegang, ada 26 sekolah di Kota Jambi adalah sekolah kayu,” sebut dia.

Kualitas

Menanggapi adanya sekolah kayu, Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, yang paling penting adalah kualitas. Baginya sekolah kayu tidak selamanya buruk atau jelek.

“Apa salahnya gedung kayu. Yang terpenting itu kualitas,” kata dia.

Anies mencontohkan, di Bali ada kompleks bambu yang indah nan mempesona. Dimana sewaktu-waktu terjadi gempa tidak ada efeknya.

“Bambu material yang tradisional, bangunan ini setidaknya mengurangi ongkos pembangunan yang besar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *