Kenali Bakat Nonakademisnya Agar Anak Cerdas di Sekolahnya.

kesempatan dan stimulasi yang tepat. Jadi, paparkan sebanyak mungkin pilihan-pilihan kepada Saat mereka menginjak usia remaja sekitar 9-13 tahun, anak sudah bisa diajak berkomunikasi tentang bakat yang akan mereka minati.

“Sukanya musiklah, olahragakah ? Buka semua kesempatan dan paparkan semua pilihan. Misalnya ajak anak mengunjungi tempat yang disukai, ajak browsing tentang kegiatan belajar memasak, cobalah semuanya.” Kata Vera.

Saat Anda memberikan banyak pilihan yang disukai anak. Anda akan menemukan suatu bidang dimana anak akan terlihat sangat menonjol. Vera menjelaskan”Nantinya akan ketemu satu bidang yang memang anak itu sangan minat sekali, artinya anak itu suka dan betah melakukannya, dan hasilnya juga menonjol di antara anak-anak lain. ”

Vera mengumpamakan ketika anak menggambar, gambarannya akan terlihat lebih bagus. Contoh lain. Jika anak kalian diajari matematika sangat susah sekali, tapi kalau diajari cara memasak dia akan mencoba resep-resep baru. Berarti mungkin disitu minatnya.

Menurut Vera ketika anak sudah menemukan minat dan kelebihannya dibidang lain. Hal itu besar kemungkinan juga akan mendorong nilai akademisnya menjadi baik juga.

“Untuk anak yang mengalami masalah nilai akademis, ketika orang tua sudah memberikan kesempatan pengembangan diri pada bidang non akademis, misalnya seni olahraga lalu si anak berhasil hal itu akan menimbulkan rasa percaya diri, ┬ádan kepercayaan diri itu merupakan dorongan yang bagus untuk bidang akademisnya”

Anak yang sering gagal dibidang akademis, akan merasa rendah diri umumnya karena anak merasa tidak mempunyai kemampuan. Namun jika orang tua mampu menunjukkan jalur lain dan berhasil, maka itu akan meningkatkan rasa percaya diri anak. Begitu percaya dirinya muncul, anak akan lebih bahagia, lebih nyaman, mereka juga akan merasa bisa dan daya juangnya juga akan meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *