Mata Pelajaran Berlalulintas Bakal Disisipkan Pada Mapel PKn di Sekolah-sekolah Kota Semarang

1

Semarang, 20/9 – Dinas Pendidikan dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang menyiapkan kurikulum pembelajaran berlalu lintas untuk diterapkan di kalangan siswa sekolah di kota Semarang.

“Memang masih banyak siswa yang naik sepeda motor ke sekolah. Yang perlu dibangun itu kesadaran berlalu lintas,” kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin di Semarang.

Hal tersebut diungkapkannya usai diskusi buku bertajuk “Membela Angkutan Umum” karya Eka Sari Lorena Soerbakti, pengusaha yang dikenal “Ratu Transportasi”, di Gramedia Jalan Pemuda Semarang.

Bunyamin mengakui masih adanya siswa yang belum memiliki SIM (surat izin mengemudi), namun sudah mengendarai kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil untuk berangkat ke sekolah.

“Kami juga sudah menginstruksikan sekolah untuk mendata siswa-siswanya yang belum punya SIM. Yang belum punya SIM, dilarang mengendarai atau membawa kendaraan pribadi ke sekolah,” katanya.

Bahkan, kata dia, pihaknya bersama sekolah juga mengingatkan orang tua untuk berpartisipasi, salah satunya mengantarkan anaknya ke sekolah jika memang si anak belum cukup usia untuk memiliki SIM.

Larangan bagi siswa yang belum memiliki SIM berangkat sekolah naik kendaraan pribadi sudah diterapkan, kata dia, namun banyak siswa yang kemudian memarkirkan kendaraannya di luar sekolah.

Makanya, kata dia, kesadaran berlalu lintas yang akan ditanamkan kepada anak-anak sekolah agar yang belum punya SIM tidak membawa kendaraan pribadi, serta kesadaran keselamatan berlalu lintas.

“Rencananya, pendidikan berlalu lintas ini akan kami masukkan dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Ya, nanti bersama jajaran Polrestabes Semarang. Nota kesepahaman (MoU) juga sudah ada dan sudah ditandatangani sepekan lalu,” katanya.

Senada dengan itu, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Pungky Bhuana Santoso membenarkan akan diterapkannya pembelajaran berlalu lintas yang akan diberikan kepada siswa di sekolah.

“Ini menindaklanjuti kerja sama antara Kapolda Jawa Tengah dengan Gubernur Jateng berkaitan dengan MoU (nota kesepahaman, red.) program pendidikan berlalu lintas dalam sekolah,” katanya.

Sekarang ini, pihaknya tengah membuat “training of trainers” (TOT) untuk guru-guru mengenai materi berlalu lintas yang akan dimasukkan dalam buku pelajaran PKn dan bisa segera didistribusikan.

“Nantinya, ini akan menjadi pedoman bagi guru-guru mengenai apa yang akan disampaikan kepada siswanya mengenai pembelajaran berlalu lintas. Mulai siswa SD, SMP, hingga SMA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *