Pendidikan Bela Negara Akan Masuk Kurikulum SD Hingga PT

1

Pemerintah sedang mencanangkan gerakan nasional bela negara. Gerakan itu akan dimulai pada 19 Desember 2014, bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara.

Untuk memperdalam dan memperkuat rasa bela negara, pemerintah berencana memasukkan konsep itu dalam kurikulum pendidikan. Pendidikan bela negara akan dimulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi.

“Kami sedang menyiapkan semua yang diperlukan. Jika tahun depan sudah siap bisa langsung dilaksanakan,” kata Direktur Jenderal Potensi Pertahanan pada Kementerian Pertahanan (Kemhan) Timbul Siahaan di Jakarta, Selasa (9/12).

Ia menjelaskan pihaknya bekerjasama dengan semua instasi terkait agar konsep itu segera masuk kurikulum. Kerjasama yang intensif dan cepat dilakukan secara khusus dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurutnya, materi bela negara yang diajarkan seperti bagaimana mengatasi hilangnya kesadaran bela negara di tengah-tengah masyarakat, bagaimana mencegah agar krisis moral yang terjadi saat ini tidak tambah parah, dan mendorong kegiatan-kegiatan positif yang mengharumkan dan mempertahankan negara ini.

Sementara Direktur Bela Negara Kemhan Laksamana Pertama M Faisal mengemukakan bela negara adalah program 100 hari Kemhan. Konsep itu menggabungkan ide revolusi mental dari Presiden Jokowi.

Dalam konsep itu, ditekankan pembangunan karakter bangsa. Salah satu perwujudan dari pembangunan karakter bangsa adalah adanya kesadaran bela negara.

Bela negara tidak melulu dipahami dengan angkat senjata. Akan tetapi bagaimana mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif seperti membantu korban bencana, penanganan wabah penyakit, ancaman teroris dan gerakan radikal, serta berbagai ancaman lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *