Penjual es teler keliling sukses sekolahkan 3 anak hingga sarjana

1

Bagi Didi, pendidikan adalah nomor satu. Dia tak ingin anak-anaknya bernasib seperti dirinya hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SMP. Setiap hari Didi rela bekerja keras dan banting tulang berjualan es teler keliling agar anaknya bisa sekolah tinggi. Kala itu dia bercita-cita anaknya bisa sekolah sampai sarjana.

Didi memegang prinsip, man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Ya, Didi yakin akan hal itu.

Doa dan keinginan Didi didengar Tuhan. Dengan sertai doa dan usaha, Didi mampu menyekolahkan ketiga anaknya sampai sarjana. Sebagai penjual es keliling, tak membuat Didi minder. Dia yakin dari usaha kecilnya bisa menyekolahkan anaknya hingga sarjana.

“Sejak awal saya berjualan es teler yaitu tahun 1975, saya sudah memikirkan biaya pendidikan anak dengan nabung, nabung dan nabung. Pendidikan itu penting bagi saya” ujar Didi

Setiap hari Didi menjajakan dagangannya dengan berkeliling. Terkadang dia mangkal di Pasar Elang Pademangan, Jakarta Utara. Keuntungan dari jual es teler tak seberapa, tapi Didi rajin menabung.

“Alhamdulillah barokah, hasil es teler bisa membiayai semua anak saya sampai jadi seperti sekarang, saat ini mereka hidup bahagia dengan keluarganya masing-masing dan 6 cucu saya,” ujarnya.

Didi sudah 40 tahun berjualan es teler. Satu porsi es teler harganya Rp 6.000. Jika akhir pekan, Didi mampu mengantongi Rp 500.000. Pendapatan itu belum termasuk modal usaha. Namun jika sepi, Didi terkadang hanya mengantongi Rp 250.000.

Berkat rajin menabung, Didi sekarang sudah punya dua rumah di daerah Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat. “Sekarang saya dagang untuk mengisi waktu luang saja, untuk enjoy saja, alhamdulillah tiap hari saya bisa nabung minimal RP 100.000, usaha tidak ada yang sia-sia kan?” ujarnya.

Perjuangan Didi bisa menjadi contoh. Apapun pekerjaannya asalkan ditekuni bisa sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *