Siapa Bilang Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Itu Mahal

1

Tulisan ini saya dedikasikan untuk adik-adik SMA yang sebentar lagi akan lulus, namun ragu untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, akibat mendengar desas-desus atau kabar angin bahwa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) itu Mahal. Saya adalah alumni UI angkatan 2006 dan saya telah membuktikan bahwa kuliah itu murah.

Agustus 2006, saya masih ingat betul ketika daftar ulang di balairung UI, bapak saya langsung ditodong untuk membayar Admission fee sebesar 5 juta dan biaya semester serta yang lain-lain sebesar 2,5 juta, total 7,5 juta. Waktu itu, kondisi perekonomian keluarga saya sedang buruk, karena tempat kerja bapak sedang sedikit collapse, jadi sudah beberapa bulan gaji tidak dibayarkan. Saat ditodong harus membayar sebesar itu, saya dan bapak sebenarnya bingung harus membayar pakai apa. Tapi, pada akhirnya saya tetap bisa kuliah kok tanpa harus membayar biaya sebesar 7,5 juta. Dan saya bisa menyelesaikan kuliah saya dengan baik dimana semenjak semester 3 saya sudah tidak membebani/meminta uang saku ataupun uang kuliah kepada orang tua saya.

Kuliah di PTN itu sebenarnya mahal gak sih? Mahal untuk kalangan masyarakat golongan pra sejahtera hingga menengah, terlebih lagi bila kamu masuk dari jalur ujian mandiri atau kelas paralel (istilah di UI), sedangkan kelas reguler cendrung lebih murah daripada kedua jalur tersebut. Oya, karena saya adalah alumni dari UI, jadi tulisan ini akan lebih banyak mengupas tentang UI sebagai contohnya.

Sekarang ini ada begitu banyak jalur masuk yang ditawarkan oleh PTN selain dari jalur SNMPTN/UMPTN/SPMB. Nah ini yang patut diingat dan dicatat, PTN akan sangat mengakomodir teman-teman yang memang pintar dan mendapatkan  bangku kuliah dari jalur masuk yang resmi atau sering diistilahkan dengan kelas reguler atau mereka yang masuk dari SNMPTN/UMPTN/SPMB (kalau di UI ditambah melalui SIMAK UI).

Apa bedanya kelas reguler dengan paralel atau kelas dari ujian mandiri? Dalam hal pendidikan selama di bangku kuliah mungkin tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah proses dalam memperebutkan bangku kuliah. Kelas reguler adalah kelas yang diperoleh dari pertarungan melalui SNMPTN/UMPTN/SPMB/SIMAK UI. Kelas reguler merupakan pertarungan intelegensi, jadi mereka yang mendapatkan nilai terbaik selama ujian akan memperoleh bangku kuliah, misal, untuk masuk FT jurusan elektro hanya ada 70 kursi dimana kursi itu diperebutkan oleh 1000 orang siswa. Sedangkan untuk kelas dari ujian mandiri atau paralel, tidaklah terlalu memperhitungkan nilai ujian, karena itu kompensasinya kamu harus bersedia menyiapkan uang dalam jumlah besar. Pernah denger kan masuk FT (fakultas teknik) sampai harus bayar 30-50 juta atau masuk FK (fakultas kedokteran) sampai harus bayar ratusan juta, ya itu adalah besaran biaya yang harus dibayarkan jika kamu masuk dari jalur ujian mandiri atau paralel. Sedangkan untuk kelas reguler angkanya tidak sefantastis itu.

Bila kamu diterima dalam kelas reguler di PTN melalui jalur SNMPTN/UMPTN/SPMB. Maka besaran biaya masuk yang harus dikeluarkan antara 5-25 juta (UI). Lumayan Mahal juga yak an.. Namun tenang, jangan merasa kecil hati dengan angka tersebut. Walaupun orangtua kamu hanya punya uang semisal 500ribu, saya jamin kamu tetep bisa kuliah kok. Bagaimana caranya? Setelah kita mengetahui bahwa kita diterima di PTN, kita pasti diminta untuk daftar ulang, ketika daftar ulang itu kita akan diminta untuk melakukan pembayaran, nah bilang saja bahwa kita meminta keringanan biaya kuliah. Maka nanti, orang tua kamu akan diundang untuk membicarakan proses keringanan biaya kuliah oleh bagian Mahalum (Mahasiswa dan alumni) di fakultas kamu. Proses keringanan ini hanya dapat diperoleh oleh mahasiswa kelas reguler dari jalur SNMPTN/UMPTN/SPMB/SIMAK UI, tidak berlaku untuk mereka yang diterima melalui jalur mandiri atau di kelas paralel.  Kamu tinggal menyiapkan segala dokumen yang diminta untuk menunjang semua proses keringanan yang diajukan. Dokumen yang diminta akan sangat banyak, kenapa begitu? Hal ini agar pihak fakultas mendapatkan data yang cukup komprehensif terkait kondisi perekonomian keluarga kamu dan untuk menghindari orang-orang yang sebenarnya mampu bayar tapi berusaha meminta pengurangan biaya. Jika, selama proses pengajuan keringanan biaya, kamu mengalami kesulitan atau tekanan dari pihak mahalum dan dekanat, jangan malu untuk mencari bantuan/dukungan dari BEM/Senat fakultas khususnya dari departemen KESMA (kesejahteraan masayarakat) /ADKESMA, mereka akan dengan tulus membantu kamu jika memang mereka rasa kamu patut dan layak untuk diperjuangkan. Dan sekali lagi jangan pernah merasa malu atau minder dengan kondisi perekonomian keluarga kamu, inget yang penting adalah saya harus kuliah.

Lalu setelah saya masuk, bagaimana saya harus membayar biaya kuliah? BEASISWA adalah jawabannya. Beasiswa yang ditawarkan di PTN itu jumlahnya sangat banyak, kayak tag line iklan tango, ratusan..lebih.. J

Jadi, jangan takut akan berhenti kuliah ditengah jalan karena tak mampu membayar uang semester. Kamu cukup belajar dengan baik dan berprestasi dan rajin-rajin lah mencari beasiswa. Selain itu, selama kuliah akan banyak peluang untuk kerja part time/freelance, entah itu ngajar bimbel, ikut penelitian, dll. Semenjak kuliah semester 3 saya mendapatkan 2 beasiswa dan juga bekerja freelance di Koran kompas menjadi interviewer penelitian serta terkadang ikut serta dalam penelitian yang dilakukan oleh dosen. Semua uang yang saya dapat dari beasiswa dan kerja tadi sudah sangat cukup untuk membiaya kuliah dan kegiatan harian saya. Jadi, asalkan kamu mau usaha, InsyaAllah pintu rezeki itu akan selalu terbuka.

Oya untuk UI sendiri, sebenarnya dari tahun 2008 ke bawah, biaya semester itu masihlah sangat murah, 1,5 juta untuk jurusan IPA dan 1,3 untuk jurusan IPS. Namun semenjak rektor baru menerapkan system BOP berkeadilan, biaya semester di UI memliki range daro 500ribu-7,5juta. Namun jangan khawatir dengan angka tersebut, ada proses keringanan juga untuk biaya per semester ini. Saya ingat dulu waktu saya masih bergabung di Kesma BEM, saya dan teman-teman memperjuangkan seorang mahasiswa baru agar memperoleh biaya keringanan untuk semesternya sesuai dengan kemampuan orang tuanya, dan alhasil dia hanya harus membayar 500ribu per semester. Jadi, sekali lagi jangan takut untuk berkuliah di PTN, jika kamu berprestasi dan mau berusaha, akan banyak terbuka jalan untuk kamu menyelesaikan kuliah. Namun harus diingat, semua keringanan yang ada, jangan sampai disalahgunakan, jika memang orang tua kamu mampu untuk membayar uang kuliah yang memnag seharusnya, ya bayarkan yang memang seharusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *