Siswa SD Korban Kekerasan di Sekolah Berasal dari Keluarga Kurang Mampu

1

A (8), siswa SD yang meninggal karena kekerasan di sekolah, berasal dari keluarga kurang mampu. Ayah A bekerja di agen penjualan elpiji, sementara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. A meninggal dunia setelah dipukul saat berkelahi dengan teman sekolahnya, R (8).

“Ayah (A) bekerja di agen gas. Ibu buruh cuci dan gosok,” ujar Roni (26), agen penjualan elpiji di tempat ayah A bekerja, saat ditemui di rumah duka, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (19/9/2015

Menurut Roni, ayah korban masih bekerja saat peristiwa penganiayaan terhadap A terjadi di salah satu sekolah dasar di daerah Kebayoran Lama.

“Dia masih bekerja seperti biasa. Dia menerima telepon supaya ke sekolah anaknya. Lalu, dia berangkat ke Rumah Sakit Fatmawati. Dia orang yang rajin,” kata dia

Berdasarkan informasi yang dihimpun, A tinggal di Jalan Peninggaran, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan. Ini merupakan rumah nenek A.

Lomba gambar

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal mengatakan, peristiwa terjadi saat kedua anak tersebut sedang mengikuti lomba menggambar di sekolah dasar itu pada Jumat (18/9/2015) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Temannya memukul di bagian dada dan menendang bagian kepala hingga korban terjatuh yang mengakibatkan korban mengalami luka bagian kepala bagian belakang dan dada,” ujar Iqbal, Sabtu

Atas kejadian tersebut, korban dibawa ke Puskesmas Kebayoran Lama pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB. Guru membawa A dalam keadaan sadar.

“Pihak puskesmas tidak sanggup menangani langsung, diarahkan ke RS Fatmawati, sekitar pukul 18.00 WIB korban meninggal di RS Fatmawati,” kata dia.

Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kebayoran Lama pada Jumat pukul 19.15 WIB. Kasus ini ditangani aparat Polres Metro Jakarta Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *