Tertangkap saat tawuran, anak SD menangis dibawa ke Koramil

1

15 Pelajar sekolah dasar (SD) ditangkap guru dan warga saat tawuran di Pintu Air di Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta  Pusat, sore tadi. Mereka kemudian dibawa ke Koramil Kemayoran untuk diberi shock terapi.

Pantauan merdeka.com, Rabu (12/12) anak-anak SD itu masih lengkap dengan seragam putih merah serta tas mereka. Mereka duduk bersila di halaman Koramil Kemayoran. Para pelajar itu menangis begitu aparat Koramil berseragam loreng membentak-bentak mereka.

“Kalian ini buat onar terus. Saya bawa ke Kedoya nanti,” teriak Babinsa Kecamatan Sedang dari Koramil Kemayoran, Serka Mustajab.

Selain itu, Mustajab juga mengancam akan menyuruh anak-anak itu berendam di kolam lele yang banyak lintahnya. Mendengar itu, spontan saja anak-anak itu menangis meraung-raung.

“Ampun pak jangan pak ampun,” isak mereka.

Mereka tampak menutup mukanya dengan tas, dan ada pula yang menyembunyikan mata merahnya di balik tangannya. Selain itu, warga yang melintas pun mengerumuni halaman depan Koramil Kemayoran dan meneriaki pelajar tersebut.

“Bawa saja ke kantor polisi pak, biar pada di penjara. Bikin masalah terus ini anak-anak,” teriak seorang ibu.

Berdasarkan informasi, ke-15 anak SD itu merupakan siswa kelas 6 di SDN 12 Serdang. Mereka terlibat tawuran dengan pelajar SDN 07 Serdang yang sebenarnya berada satu komplek. Penyebab tawuran lantaran ada salah satu bocah yang dilempari batu saat pulang sekolah menuju rumah mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *